Tips Tetap Segar Bugar Saat Puasa Ramadhan
Puasa Ramadhan bukan halangan
untuk tetap beraktivitas seperti biasa. Simak tips agar tubuh selalu
sehat, segar, dan bugar saat menjalani ibadah puasa!
Ada kenyataan yang tidak dapat
dibantah bahwa mereka yang menjalani ibadah puasa Ramadhan sebulan penuh
justru mengalami masalah yang cukup lazim: makan berlebihan;
sehingga pada akhirnya berat badan terus bertambah. Meskipun kondisi
perut kosong di siang hari, namun berjejal di malam hari sebagai upaya
“balas dendam”. Belum lagi minimnya aktivitas di bulan puasa ini dapat
memperparah keadaan tersebut. Efek lain adalah kondisi kebugaran tubuh
yang terus menurun. Dengan berpuasa bukan berarti mengurangi aktivitas
hingga seminim mungkin, tetapi menjaga bagaimana kondisi tubuh tetap
pada kondisi fit dan normal sehingga sesuai dengan keadaan puasa yang
sedang dijalani.
Pada saat berpuasa, apalagi sebulan
penuh, aktivitas tubuh harus tetap dilakukan dan mendapatkan porsi yang
layak, asupan makanan yang seimbang dan tidak berlebihan, dan kontrol
kedua hal tersebut sangat penting. Tanpa aktivitas tubuh atau olahraga
serta asupan yang sesuai, anda akan merasa kekurangan energi, kebugaran,
dan berat badan justru bertambah pesat.
Berikut adalah beberapa tips untuk tetap segar bugar dan dapat menjaga keseimbangan berat badan selama puasa di bulan Ramadhan.
Poin Konten [Buka]
Perhatikan Apa dan Bagaimana Anda Makan
Berbuka merupakan kondisi paling nikmat
saat menjalankan ibadah puasa Ramadhan. Namun demikian, kebanyakan waktu
ini digunakan untuk makan dan minum sepuasnya tanpa melihat apa yang
kita konsumsi, seberapa banyak, dan apa efeknya bagi tubuh. Berikut
beberapa poin yang perlu diperhatikan:
- Makanan berbahan kacang-kacangan, nasi, gandum, aprikot, buah plum, almon, ikan dll sangat baik untuk mengembalikan kesegaran tubuh maupun sebagai asupan energi. Cocok dimakan pada saat sahur maupun berbuka. Namun perhatikan porsinya agar tidak berlebihan.
- Hindari makan terlalu banyak (makan dalam porsi kecil) dan makanlah secara pelan. Ini agar organ pencernaan dapat mencerna dengan baik, tidak berjejal, dan menghindari masalah gangguan pencernaan.
- Bagi porsi makan dalam jumlah besar ke dalam beberapa porsi kecil. Anda bahkan bisa makan dua jam sekali dalam porsi kecil yang telah dibagi. Ini baik karena asupan energi anda tetap stabil tanpa menyebabkan penambahan berat badan.
- Jus buah-buahan sangat baik untuk membantu melancarkan pencernaan sekaligus menambah asupan vitamin dan nutrisi.
- Hindari terlalu banyak (atau sebaiknya hindari sekalian) makan makanan yang terlalu berminyak (digoreng atau dimasak dengan campuran minyak) serta daging-dagingan (sapi, kambing, dll) karena dapat meningkatkan asam lambung dan gangguan pencernaan.
- Jaga asupan protein setelah melakukan aktivitas/olahraga ringan.
- Minumlah air yang banyak, sekurang-kurangnya 35 ml air saat sahur maupun berbuka. Asupan air yang banyak akan menghindarkan dari dehidrasi pada saat menjalankan puasa.
Menjaga Tingkat Aktivitas Tubuh dan Olahraga
Aktivitas tubuh masih sangat penting,
bahkan teramat penting jika anda berpuasa. Mengurangi aktivitas saat
berpuasa sah-sah saja, tapi bukan berarti dengan tidak melakukan
aktivitas sama sekali. Aktivitas bekerja justru akan menyeimbangkan
kondisi tubuh saat berada dalam bulan Ramadhan, puasa sebulan penuh.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
- Olahraga penting. Tetapi kali ini, lakukan setelah berbuka puasa. Melakukan olahraga di siang hari, saat berpuasa, tidak memiliki efek apa-apa, menguras energi, dan justru bisa berefek buruk pada tubuh. Aktivitas tanpa asupan energi cukup akan meningkatkan hormon katabolis yang disebut kortisol, yang dapat merusak otot!
- Namun demikian, aktivitas normal seperti bekerja, berjalan, dan lainnya jangan dihindari. Beraktivitas normallah seperti layaknya anda beraktivitas sehari-hari, hindari terlalu banyak bermalas-malasan dan tidur!
- Latihan-latihan untuk kesehatan jantung seperti jalan kaki atau bersepeda
juga cukup baik, lakukan setelah anda berbuka puasa/setelah mendapatkan
asupan energi. Satu jam setelah berbuka adalah waktu yang tepat ( Dan
inilah salah satu alasan di balik rahasia mengapa sholat Tarawih itu baik!
).
- Olahraga yang dilakukan sebaiknya dikategorikan sebagai olahraga singkat, yaitu antara 20-30 menit. Berbagai olahraga kegemaran juga bisa dilakukan, misalnya basket, sepakbola, bulutangkis, berenang, dll namun batasi hanya satu atau dua kali seminggu.
The Verdict
Faktanya adalah, memperhatikan asupan
makanan dan aktivitas tubuh sangat penting agar tetap sehat dan bugar
selama melakukan ibadah puasa. Anda tetap bisa melakukan olahraga dengan
memperhatikan timing yang tepat, kadarnya, serta jenisnya. Anda juga
tetap bisa mendapatkan asupan energi yang layak jika memperhatikan apa
yang anda makan. Disiplin dan konsisten tetap diperlukan saat berpuasa,
seperti layaknya anda menjalani hari-hari anda di bulan lainnya. Puasa
bukan hanya kedisiplinan spiritual saja, namun juga kedisiplinan fisik!
Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dan salam sehat!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar